Niatnyaberobat, wanita 22 tahun malah jadi korban pelecehan dokter.Pelaku pelecehan adalah seorang oknum dokter di Kota Batam, Kepri.
Segeraperiksakan keputihan ke dokter apabila: Anda sedang hamil Keluarnya keputihan disertai gejala lain yang parah, seperti vagina terasa seperti terbakar saat buang air kecil, muncul nyeri hebat, dan ada perdarahan. Keluarnya keputihan disertai demam Vagina terasa sangat gatal Obat alami yang dicoba tak juga berhasil meredakan gangguan keputihan
Periksakeputihan organ intim pasien cantik, sang dokter malah mainkan kelamin pakai alat kontrasepsi. Periksa keputihan organ intim pasien cantik, sang dokter malah mainkan kelamin pakai alat kontrasepsi. Minggu, 3 Oktober 2021; Cari. Network.
Inilahpengalaman periksa kelamin ke dokter dan ulasan lain yang masih berkaitan dengan topik pengalaman periksa kelamin ke dokter untuk Anda. Anda yang mencari tahu tentang pengalaman periksa kelamin ke dokter bisa membaca artikel berikut ini dengan seksama. Semoga bermanfaat.
Keputihannormal terjadi setidaknya 6 bulan sebelum wanita mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan hormon di dalam tubuh. Keputihan juga normalnya keluar saat wanita menerima rangsangan seksual, sedang menyusui, atau mengalami stres. Selain itu, keputihan juga bisa terjadi pada bayi baru lahir.
C9EN0O. Banyak wanita yang langsung cemas dan panik begitu tahu ia keputihan. Katanya, vagina keputihan itu tanda penyakit kelamin bahkan kanker serviks. Anda memang perlu mewaspadai tanda-tanda cairan keputihan tidak normal yang bisa menandakan infeksi atau penyakit. Namun, bagaimana jika yang terjadi justru sebaliknya? Jika Anda sama sekali tidak pernah keputihan, apakah ini tandanya Anda sehat-sehat saja? Sebenarnya, apa itu keputihan? Keputihan adalah cairan berupa lendir yang dihasilkan oleh kelenjar serviks. Dalam cairan keputihan, terdapat lendir serviks, sel-sel vagina dan sel leher rahim yang sudah mati, hingga bakteri yang harus dibuang. Keputihan merupakan cara alami tubuh Anda untuk membersihkan vagina dan menjaganya tetap sehat. Lendir serviks juga berfungsi sebagai pelumas vagina alami untuk melindunginya dari infeksi dan iritasi. Keluarnya cairan keputihan biasanya dipengaruhi oleh siklus menstruasi Anda. Keputihan biasanya muncul selama masa subur, berhenti setelahnya selama beberapa waktu, dan keluar lagi begitu Anda kembali ke masa subur berikutnya. Apakah normal jika saya tidak pernah keputihan? Dilansir dari Wartakota, spesialis kulit dan kelamin dari RS Royal Taruma Jakarta, dr. Natalia Primadonna, SpKK mengatakan bahwa wanita yang sama sekali tidak pernah keputihan justru tidak normal.
23 Sep 2019, 0400PSInfo Penanya PS, Wanita, 2019 Tahunpagi dokter, saya mau tanya kalau keputihan dan gatal2 sekitar miss V , harus ke dokter kandungan atau ke dokter kulit ? dan mungkin ada saran harus minum obat apa? makasih dojterDijawab oleh dr. Joane RorimpandeySelamat Siang PS, Keputihan merupakan cairan atau lendir yang berfungsi untuk membersihkan dan melindungi vagina dari iritasi dan infeksi. Penyebab keputihan adalah infeksi bakteri, parasit, jamur. Keputihan berwarna putih susu disertai gatal biasanya disebebakan karena infeksi dari jamur kandida. Untuk pengobatan keputihan Anda bisa ke dokter spesialis kandungan maupun kulit kelamin, karena keduanya bisa menangani masalah Anda. Untuk mengurangi dan mencegah keputihan, Anda bisa melakukan hal berikut ini menjaga kebersihan daerah vagina, menjaga area vagina tetap kering setelah BAK dan BAB menggunakan dalaman berbahan katun membasuh vagina dari depan ke belakang hindari penggunaan celana terlalu ketat Salam Sehat, dr. Joane RorimpandeyTerima kasih sudah bermanfaat informasi ini bagi Anda?1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaatBeri KomentarButuh beberapa saat untuk menampilkan perempuan berumur 17tahun saya sedang keputihan beberapa hari lalu saya dipeluk dan dicium pacar saya seharusnya tanggal 17 oktober saya menstruasi tapi ini belum sudah lewat 1hari apakah saya hamil dok ?Saya perempuan berumur 17tahun saya sedang keputihan beberapa hari lalu saya dipeluk dan dicium pacar saya seharusnya tanggal 17 oktober saya menstruasi tapi ini belum sudah lewat 1hari apakah saya hamil dok ?Saya perempuan berumur 17tahun saya sedang keputihan beberapa hari lalu saya dipeluk dan dicium pacar saya seharusnya tanggal 17 oktober saya menstruasi tapi ini belum sudah lewat 1hari apakah saya hamil dok ?Dijawab olehdr. Vina Liliana19 Okt 2020, 091854Selamat pagi HY, Kehamilan bisa terjadi bila Anda melakukan petting atau hubungan seksual. Bila sekedar dipeluk atau dicium maka tentu saja tidak menyebabkan kehamilan. Salam sehat, dr. VinaJika perempuan terlambat mensruasi dan dia mengalami keputihan dia dipeluk dan dicium pacarnya apakah bisa hamil dok?Jika perempuan sedang mengalami menstruasi lalu dia dipeluk dan dicium pacarnya apakah saya bisa hamil dok?Dijawab olehdr. Vina Liliana20 Okt 2020, 174251Selamat sore HY, Pelukan dan ciuman tidak menyebabkan kehamilan ya. Salam sehat, dr. Vina
Selain tujuan-tujuan di atas, Anda bisa memeriksa keputihan untuk mengetahui masa subur Anda sehingga dapat membantu untuk menghindari atau merencanakan kehamilan. Berbeda dengan tes keputihan untuk mengetahui infeksi, pemeriksaan cairan vagina bisa dilakukan secara sederhana di rumah. Caranya dengan mencatat kondisi cairan vagina setiap hari di sepanjang siklus menstruasi Anda. Hal-hal yang perlu dicatat meliputi kekentalan, warna, aroma, dan jumlahnya. Setelah itu, berikan catatan tersebut pada dokter untuk diteliti pada hari apa biasanya Anda mengalami masa subur. Apa saja jenis-jenis tes keputihan? Terdapat beberapa jenis tes keputihan yang akan disarankan oleh dokter sesuai tujuan diagnosis Anda. Secara umum, prosedur pengambilan sampel keputihan sama saja seperti yang dijelaskan sebelumnya. Namun, yang membedakan adalah alat uji dan metode pemeriksaan sampel yang digunakan. Melansir University of Michigan Health, jenis-jenis tes keputihan antara lain sebagai berikut. 1. Pemeriksaan sel keputihan wet mount Di dalam laboratorium, sampel keputihan Anda akan diletakkan pada piringan kaca untuk uji sampel lalu dicampur dengan larutan garam. Selanjutnya, piringan tersebut diperiksa di bawah mikroskop untuk mencari tahu apakah ada tanda-tanda infeksi seperti bakteri, sel jamur, trikomonas, sel darah putih, atau sel petunjuk adanya infeksi bacterial vaginosis. 2. Pemeriksaan aroma whiff test Selain memeriksa sel-sel pada cairan keputihan, tes keputihan dapat dilakukan dengan memeriksa aromanya. Beberapa tetes larutan kalium hidroksida KOH akan ditambahkan ke sampel keputihan untuk membantu memperjelas aromanya. Bila tercium bau amis yang kuat dari campuran tersebut berarti Anda terkena infeksi bacterial vaginosis. 3. Pemeriksaan pH tingkat keasaman Pengujian lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan mengetes tingkat keasaman pH cairan keputihan Anda. Sampel keputihan yang telah dikumpulkan kemudian dites menggunakan alat pengukur pH. Vagina normal memiliki pH 3,8 hingga 4,5. Bagaimana prosedur tes keputihan? Tes ini dilakukan dengan prosedur yang hampir sama dengan pemeriksaan kewanitaan lainnya seperti pemeriksaan panggul dan pap smear. Berikut langkah-langkahnya. Petugas kesehatan meminta Anda untuk melepaskan pakaian bawahan termasuk pakaian dalam. Sebagai gantinya, Anda akan diberikan diberikan gaun atau sprei sebagai penutup. Kemudian Anda diminta berbaring telentang di tempat tidur atau kursi periksa dengan posisi kaki terangkat dan ditahan oleh penyangga. Petugas kesehatan memasukkan alat khusus yang disebut spekulum ke dalam vagina Anda. Vagina Anda akan dibuka secara perlahan menggunakan alat tersebut. Selanjutnya, petugas menggunakan kapas atau semacam tongkat kecil untuk mengumpulkan sampel keputihan Anda. Sampel keputihan tersebut kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Penting untuk diperhatikan, Anda tidak boleh menggunakan tampon, pembersih kewanitaan seperti sabun kewanitaan dan douche vagina, atau berhubungan seks minimal 24 jam sebelum tes ini karena hal-hal tersebut dapat memengaruhi kondisi cairan vagina Anda sehingga hasil tes menjadi tidak akurat. Cara membaca hasil tes keputihan Bila hasil tes keputihan sudah dikeluarkan oleh laboratorium, berikan pada dokter untuk diperiksa. Dari hasil tes tersebut, dokter dapat mengetahui masalah vagina yang Anda alami. Namun, bisa saja dokter menyarankan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui kondisi Anda dengan lebih tepat. Setiap orang mungkin mengalami diagnosis yang berbeda-beda sesuai penyakit yang ia alami.
Bund., maaf mau tanya jangan dibully ya krna ini pengalaman pertama sy mengalami keputihan gatal saat hamil, ada yg punya pengalaman periksa keputihan saat hamil di dokter spog laki" gga..? apa saat periksa keputihan diperiksa juga vaginanya? krna kmren smpet viral berita mahasiswi yg periksa keputihan trus jd korban pelecehan krna jari oknum dokter tsb dimasukkan ke vagina dan dibuat fantasi beritanya masih ada di google.. sudah beberapa hari ini sy keputihan berair dan gatal sekali.. dokter spog langganan sy perempuan dn msih waiting list smpek 10 hr kedepan.. sdangkan sy cari dokter perempuan disekitar tmpat tinggal blom ada yg avaible untuk 1-3hr kedepan.. krna rasanya sudah gatal skali, takut kenapa napa. usia kandungan 5 bulan.. ada beberapa dokter spog bagus dan kooperatif sekitar tmpt tinggal tp laki laki smua... sy bingung sekali bund.. gimana enaknya.. apa iya hrus ditahan smpek kontrol lg didokter langganan yg perempuan? mau priksa ke bidan/puskesmas tp sma ortu disarankan ke Spog langsung saja.. klo ada yg punya pengalaman periksa keputihan saat hamil ke dokter laki laki tolong share ya bund apa vagina juga ikut diperiksa? seriusnanya bantusharing ingintahu jangandibulliyabunda Tulis tanggapanaku terakhir kontrol keputihan lagi parah banget bun, ga sampe diperiksa vagina nya😄. aku juga biasanya kontrol sama dokter perempuan, tp sering mendadak ga praktek, akhirnya sama dokter yg laki". senin mau kontrol lagi sekalian konsul selangkangan yg gatel banget, tp maunya sama yg perempuan, kalo sama dokter yg laki" takut diliat hehe tp kata bidannya beliau ga pernah ngecek" sampe kesitu sih Baca lagi
Keputihan adalah kondisi ketika lendir kental atau cairan bening keluar dari vagina. Keputihan merupakan cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan, kelembapan, serta untuk melindungi organ intim wanita dari infeksi. Ketika seorang wanita mengalami keputihan, cairan yang diproduksi kelenjar vagina dan leher rahim akan keluar membawa sel mati dan bakteri. Hal tersebut merupakan proses alami agar vagina tetap bersih sekaligus terlindung dari infeksi. Keputihan normal terjadi pada wanita yang masih mengalami menstruasi. Pada ibu hamil, keputihan mungkin akan lebih sering terjadi akibat perubahan hormon. Ketika wanita memasuki masa menopause, keputihan akan mulai berkurang. Penyebab Keputihan Keputihan terbagi menjadi dua, yakni keputihan normal dan keputihan tidak normal abnormal. Berikut ini adalah penjelasan dari keduanya Keputihan normal Keputihan adalah kondisi normal yang dialami oleh setiap wanita. Jumlah, warna, dan tekstur keputihan yang dialami setiap wanita dapat berbeda-beda, mulai dari keputihan yang kental dan lengket, hingga keputihan yang bening dan berair. Keputihan normal terjadi setidaknya 6 bulan sebelum wanita mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan hormon di dalam tubuh. Keputihan juga normalnya keluar saat wanita menerima rangsangan seksual, sedang menyusui, atau mengalami stres. Selain itu, keputihan juga bisa terjadi pada bayi baru lahir. Terkadang, keputihan pada bayi baru lahir juga disertai dengan sedikit darah. Hal ini terjadi ketika bayi terlalu banyak terpapar oleh hormon ibu saat masih di dalam kandungan. Namun, keputihan ini umumnya akan menghilang setelah bayi berusia 2 minggu. Keputihan tidak normal Keputihan yang tidak normal dapat disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau parasit. Infeksi pada keputihan abnormal terbagi menjadi dua jenis, yakni infeksi tidak menular dan infeksi menular. Penyebab keputihan dari infeksi tidak menular misalnya akibat vaginosis bakterialis dan candidiasis. Sementara itu, keputihan dari infeksi menular umumnya disebabkan oleh penyakit menular seksual PMS, seperti chlamydia, trikomoniasis, dan gonore. Selain infeksi, keputihan juga bisa menjadi tanda kanker pada rahim atau leher rahim serviks. Ada beberapa faktor yang dapat membuat seorang wanita rentan terserang infeksi vagina dan mengalami keputihan, antara lain Mengonsumsi pil KB dan obat kortikosteroid Menderita penyakit diabetes Berhubungan seksual tanpa kondom dan sering berganti pasangan Memiliki daya tahan tubuh lemah, misalnya akibat penyakit HIV & AIDS Mengalami iritasi di dalam atau sekitar vagina Menipisnya dinding vagina akibat menopause Terlalu sering membersihkan area kewanitaan dengan sabun yang mengandung parfum dan sabun antiseptik Gejala Keputihan Keputihan yang tergolong normal dapat terlihat dari ciri-ciri cairan yang keluar dari vagina, antara lain Tidak berwarna atau berwarna putih Tidak berbau atau tidak mengeluarkan bau menyengat Meninggalkan bercak kekuningan di celana dalam Memiliki tesktur cairan yang dapat berubah tergantung siklus menstruasi Sedangkan pada keputihan yang tidak normal, tanda dan gejalanya adalah sebagai berikut Cairan keputihan berbeda warna, bau, atau tekstur dari biasanya Cairan keputihan keluar lebih banyak dari biasanya Keluar darah di luar jadwal haid Keputihan yang abnormal tersebut dapat disertai dengan keluhan Gatal di area kewanitaan Nyeri di panggul Nyeri saat buang air kecil Rasa terbakar di sekitar vagina Perubahan warna pada cairan keputihan dapat menjadi tanda dari kondisi tertentu, seperti dijelaskan di bawah ini Keputihan berwarna coklat atau disertai bercak darah bisa disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur, atau bisa juga merupakan tanda dari kanker pada rahim atau leher rahim Keputihan berwarna hijau atau kekuningan dan berbuih dapat disebabkan oleh penyakit trikomoniasis Keputihan berwarna kelabu atau kekuningan dapat disebabkan oleh gonore Keputihan berwarna putih dan kental dapat disebabkan oleh infeksi jamur pada vagina Keputihan berwarna putih, abu-abu, atau kuning, serta disertai dengan bau amis, dapat disebabkan oleh penyakit vaginosis bakterialis Keputihan berwarna merah muda bisa disebabkan oleh peluruhan lapisan rahim yang terjadi setelah melahirkan Kapan harus ke dokter Waspadai jika cairan keputihan mengalami perubahan warna, tekstur, dan bau. Kondisi ini dapat menjadi tanda keputihan yang berbahaya atau tidak normal, yang bisa disebabkan oleh infeksi atau kelainan organ reproduksi. Keputihan dengan ciri seperti itu dapat menjadi tanda penyakit kelamin wanita. Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda mengalami keputihan dengan tanda dan gejala yang tidak normal seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Terlebih, jika gejala tidak kunjung membaik setelah menjalani perawatan mandiri di rumah. Diagnosis Keputihan Untuk menentukan apakah keputihan bersifat normal atau tidak normal, dokter akan menanyakan gejala yang dialami, siklus menstruasi, dan riwayat hubungan seksual. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan panggul untuk memeriksa kondisi organ reproduksi wanita, seperti vagina, serviks, dan rahim. Keputihan yang tidak normal umumnya sudah dapat dideteksi pada pemeriksaan awal. Namun, dokter dapat menganjurkan pasien untuk menjalani pemeriksaan tambahan agar diagnosis lebih pasti, seperti Tes pH, untuk memeriksa tingkat keasaman lendir vagina dan mendeteksi tanda infeksi pada vagina Pemeriksaan sampel cairan vagina, untuk mendeteksi keberadaan jamur, bakteri, atau parasit yang menyebabkan keputihan Tes infeksi menular seksual, untuk mendeteksi tanda atau gejala dari infeksi menular seksual, seperti gonore, chlamydia, dan trikomoniasis Pap smear, untuk mendeteksi kelainan pada jaringan leher rahim serviks Pengobatan Keputihan Keputihan yang normal tidak memerlukan penanganan medis secara khusus. Kondisi ini bisa diatasi dengan membersihkan area kewanitaan menggunakan air secara rutin, untuk menghilangkan lendir atau cairan. Sedangkan cara mengatasi keputihan abnormal tergantung pada penyebabnya, misalnya dengan pemberian obat, seperti Antibiotik, seperti clindamycin, untuk menghilangkan bakteri penyebab keputihan. Antibiotik tersedia dalam bentuk pil atau krim oles. Antijamur, seperti fluconazole, clotrimazole, dan miconazole, untuk mengatasi infeksi jamur yang menyebabkan keputihan. Obat ini tersedia dalam bentuk krim atau gel yang dioleskan di bagian dalam vagina. Metronidazole atau tinidazole, untuk mengatasi keputihan yang disebabkan oleh parasit penyebab penyakit trikomoniasis. Obat ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Selain dengan obat-obatan dari dokter, keputihan juga bisa diatasi dengan obat keputihan tradisional. Namun, penggunaan obat-obatan tradisional tersebut harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sementara bila keputihan yang dialami merupakan tanda dari kanker rahim, dokter dapat menganjurkan operasi pengangkatan rahim histerektomi. Komplikasi Keputihan Keputihan yang tergolong tidak normal dapat menimbulkan berbagai komplikasi medis. Jika tidak diobati, beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat keputihan abnormal adalah Infeksi dan peradangan pada organ reproduksi Toxic shock syndrome Polip serviks Kemandulan Kehamilan ektopik Komplikasi kehamilan, seperti kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah Pencegahan Keputihan Langkah utama untuk mencegah keputihan abnormal adalah menjaga kebersihan area kewanitaan agar terhindar dari risiko infeksi. Cara yang bisa dilakukan yaitu Bersihkan vagina menggunakan pembersih vagina dan air hangat dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil atau besar dan berhubungan seks, untuk mencegah bakteri dari dubur masuk ke dalam vagina Gunakan celana dalam berbahan katun untuk menjaga kelembapan pada area kewanitaan, dan jangan memakai celana dalam yang terlalu ketat Hindari penggunaan sabun atau produk kewanitaan yang mengandung parfum, karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik pada vagina Jaga kebersihan vagina selama menstruasi dengan mengganti pembalut setidaknya setiap 3–5 jam sekali Ganti celana dalam dan pantiliners secara rutin Gunakan kondom setiap berhubungan seks dan hindari berganti pasangan seksual agar terhindar dari risiko infeksi menular seksual Lakukan pemeriksaan kesehatan vagina secara rutin ke dokter, setidaknya 1 tahun sekali
pengalaman periksa keputihan ke dokter