wa annā lammā sami'nal-hudā āmannā bih, fa may yu`mim birabbihī fa lā yakhāfu bakhsaw wa lā rahaqā. Dan sesungguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al-Qur'an), kami beriman kepadanya. Maka barangsiapa beriman kepada Tuhan, maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa. 14. Jin al-Arqam. Jin al-Arqam adalah salah satu jin Nashibin yang mendengar bacaan Nabi saw. [1] Ibnu Hajar menuturkan, dalam Tafsirnya Ismail ibn Abi Ziyad menyebutkan dari Ibnu 'Abbas tentang firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika kami hadapkan kepadamu (Muhammad) serombongan jin yang mendengarkan bacaan Al-Qur'an, maka ketika mereka menghadiri وَّاَنَّهٗ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللّٰهِ يَدْعُوْهُ كَادُوْا يَكُوْنُوْنَ عَلَيْهِ لِبَدًاۗ ࣖ 19 ⇧ Dan sesungguhnya ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan salat), mereka (jin-jin) itu berdesakan mengerumuninya. Surat Al-Jin Ayat 19 وَأَنَّهُۥ لَمَّا قَامَ عَبْدُ ٱللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا۟ يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا Arab-Latin: Wa annahụ lammā qāma 'abdullāhi yad'ụhu kādụ yakụnụna 'alaihi libadā Artinya: Dan bahwasanya tatkala hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak mengerumuninya. Wa annā lammā sami'nal-hudā āmannā bih (ī), famay yu'mim birabbihī falā yakhāfu bakhsaw wa lā rahaqā (n). Sesungguhnya ketika mendengar petunjuk (Al-Qur'an), kami pun beriman kepadanya. Maka, siapa yang beriman kepada Tuhannya tidak (perlu) takut akan pengurangan (pahala amalnya) dan tidak (takut pula) akan kesulitan (akibat wwQYI6.

tafsir surat al jin ayat 19